Saluran pembuangan Pabuaran Ciasem di Normalisasi UPTD wilayah 5 SDA Dinas BMSDA, Saluran Menyempitkan Hingga Satu meter
Kabupaten Tangerang (Banten) |Mcnnusantara.com – Kegiatan pemilharaan saluran diwilayah UPTD 5 Sumber Daya Air (SDA) Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, dengan dilakukannya normalisasi dibeberapa lokasi Saluran pembuangan diwilayah Sukadiri, Mauk, Sepatan dan Sepatan timur.
Salah satunya rangkaian kegiatan pemeiiharaan saluran dengan dilakukannya normalisasi saluran pembuangan Pabuaran Asem yang berada diperbatasan antara kecamatan Sukadiri dan kecamatan Mauk.
Kegiatan normalisasi saluran pembuangan Pabuaran Asem ini turun alat mekanis eksavator jenis amphibi PC 45 pada Jumat 11 Agustus 2023 dan mulai dikerjakan pada hari Sabtu 12 Agustus 2023 lalu. Dari pengamatan dilapangan saluran pembuangan Pabuaran Asem sudah terjadi penyempitan yang pada awalnya badan sungai saluran pembuang Asem lebarnya 3 m saat ini kondisi menjadi 1 meter lebarnya.
Menurut kepala UPTD wilayah 5 Agung Rumedi yang ditemui dilokasi pada hari Selasa (14 Agustus 2023), bersama mantri Basri Eko dan kordinator kegiatan Asep Mulyadi mengatakan, ” Kegiatan Normalisasi saluran pembuang Pabuaran Asem Rencananya akan dikerjakan sepanjang 550 meter, Alhamdulillah tidak tidak ada kendala dilapangan ,”ungkap agung
” Saluran pembuangan Pabuaran Asem ini sdh terjadi penyempitan yang awalnya 3 meter sekarang kondisi lebar saluran tinggal 1 meter saja. Selain itu kondisi saluran pembuangan ini terjadi sedimentasi pendangkalan lumpur 70 hingga 80 cm ,” jelas Agung
Lanjut kepala UPTD normalisasi saluran pembuangan Pabuaran Asem akan kita normalisasi kita kembalikan ke lebar awal menjadi 3 meter, gunanya sebagai saluran pembuangan ketika musim hujan sehingga bisa menampung air untuk mengairi sawah. Dan ketika musim kemarau petani bisa mengambil air dari saluran untuk mengairi sawah mereka dengan menggunakan mesin pompa.
” Saluran pembuangan Pabuaran Asem mampu mengairi areal persawahan sekitar 100 Ha, Lanjut Agung,” Untuk disposal atau lumpur sedimentasi akan diletakan disisi kiri dan kanan saluran akan kita jadikan sebagai tanggul, selain itu disposal ketika sudah mengering akan diratakan agar menjadi akses jalan bagi petani disisi sebelah kanan dan kiri saluran. Mengingat lahan sebelah kiri saluran sudah menjadi milik PT (perusahaan) sehingga petani tidak memiliki akses jalan lagi.
Ditempat yang Sama mantri air Basri Eko mengakui, ” selama saya bertugas sebagai mantri saluran pembuangan Pabuaran Asem belum pernah dilakukan normalisasi, bisa dikatakan sejak lama saluran pembuangan disini belum pernah dilakukan pengerukan lumpurnya,” jelas eko.
Menurut Husen petani yang ditemui dilokasi mengatakan , sangat senang dengan adanya kegiatan normalisasi saluran pembuang Pabuaran asem, sehingga saluran kembali ke lebar 3 meter, sehingga saluran mampu menampung air untuk mengairi areal persawahan kami,” tutupnya senang. (Diana)
