Merasa Terusik, Para Santri Pondok Pesantren Tajul Hayat Minta Cafe Soca Cisoka Ditutup
Tangerang, MCNNusantara.com, – Para santri Pondok Pesantren Tajul Hayat yang berlokasi persis dibelakang Cafe Soca Cisoka merasa terusik, bahkan para santri mempertanyakan izin lingkungan sekitar, hingga persetujuan tokoh ulama setempat. Kamis, (26/12).
Para santri mengeluhkan pada saat mereka sedang mengaji, atau istirahat mendengar suara musik yang begitu kencang dan tidak tahu aturan waktu malam jam 01.00 wib masih terdengar kencang musik, dikatakan oleh salah satu santri saat diwawancara awak media bahwa pihak Cafe Soca belum ada ijin ke pondok Tajul Hayat.
Menurut salah satu santri mengatakan pada awak media “Cafe soca saat sedang beraktivitas dengan musik kenceng saking bahkan kami merasa terusik dan geram pernah dilempar batu untuk menghimbau agar tidak melakukan gangguan umum terhadap aktivitas pengajian namun ada salah satu kepercayaannya pihak cafe Soca yang datang untuk dan berprilaku seolah tidak ingin lagi terusik dengan keberadaan aktivitas Cafe Soca.
“Karena pihak santri berpikir takut dengan bahasanya bekingan Cafe Soca tersenut, mereka hanya bisa diam walau hati kesal”.
(HA) salah satu Santri Pondok pesantren Tajul Hayat menambahkan pada awak media. “Kami para santri merasa terganggu dari suara suara musik, kita minta jangan ngeganggu aktivitas kami yang sedang menimba ilmu agama, dan kami meminta pihak cafe soca untuk meminta ijin kepimpinan pondok baik di izinkan atau tidaknya itu terserah pimpinan kami”.
kami taunya cafe tersebut usaha cafe biasa, sekedar buat ngopi, gak tau bahwa ada minum-minuman keras atau seperti diskotik ada musik DJ nya, dengan adanya penjualan minuman keras dan usaha berkedok cafe atau diskotik kami para santri minta APH untuk ditutup, kalau tidak ditutup kami santri dari cisoka, yang akan menutup ,”Tegas (HA).
Kami para santri mau minta persetujuan warga yang lain yang merasa terganggu kita dan nanti kita akan mendobrak ,” tutupnya. (Red).
