Satu Tahun Jawara Beton: Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Dorong Lapas Kelas I Tangerang Jadi Pilar Program Strategis Nasional
TANGERANG, mcnnusantara.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang mempertegas posisinya sebagai pusat pembinaan berbasis industri melalui penguatan unit Jawara Beton. Dalam kunjungan kerja yang berlangsung Kamis (12/2), Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jend. Polisi (Purn) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., meninjau langsung progres satu tahun unit tersebut sekaligus kesiapan Lapas dalam mendukung program prioritas pemerintah.
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam transformasi fungsi pemasyarakatan. Selain mengevaluasi produksi material konstruksi, Menteri Agus Andrianto menyoroti integrasi peran Warga Binaan dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan infrastruktur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Inovasi Konstruksi untuk Pembangunan Nasional
Dalam peninjauannya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan mengapresiasi inovasi RISHAM (Rumah Instan Sehat Aman dan Murah), yakni panel beton tahan gempa hasil karya Warga Binaan. Produk ini, bersama dengan paving block dan roster berkualitas tinggi, diproyeksikan menjadi material utama dalam pembangunan fisik fasilitas pelayanan publik.
“Kami berterima kasih kepada Badan Gizi Nasional atas kepercayaan yang diberikan. Saat ini sudah ada sembilan titik yang berjalan, termasuk di Sukamiskin. Ke depannya, direncanakan pembangunan sekitar 200 unit SPPG yang akan melibatkan jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan,” ujar Agus Andrianto.
Sinergi Lintas Sektoral dan Pemberdayaan Ekonomi
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Laksamana TNI (Purn.) Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., yang menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah wujud nyata pemberdayaan efektif.
“Hasil pembinaan tidak boleh berhenti di dalam Lapas. Optimalisasi produksi ini adalah langkah konkret memenuhi kebutuhan infrastruktur nasional yang efisien dan tepat sasaran,” tegas Didit.
Dukungan strategis juga datang dari sektor BUMN. Direktur Utama PLN yang diwakili oleh jajaran terkait, menyampaikan komitmen dalam penyediaan bahan baku ramah lingkungan berupa FABA (Fly Ash and Bottom Ash). Sinergi ini diharapkan menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan di dalam Lapas.
Mencetak SDM Unggul dan Mandiri
Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menjelaskan bahwa unit Jawara Beton bukan sekadar unit produksi, melainkan laboratorium pembangunan karakter.
“Kami menempatkan Warga Binaan sebagai subjek aktif. Mereka terlibat dari perencanaan hingga pengendalian mutu. Tujuannya jelas: membentuk disiplin dan etos kerja agar mereka siap bersaing secara produktif saat kembali ke masyarakat,” kata Beni.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi kementerian, direksi perusahaan mitra seperti Summarecon, Kreasi Purnama Group, BRI, serta unsur pimpinan TNI/Polri wilayah Tangerang Raya. Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperkuat legitimasi bahwa Lapas Kelas I Tangerang kini telah terintegrasi dengan ekosistem industri nasional.
