Berakhir Indah, Maisal Kini Bisa Menempuh Pendidikan Seperti Anak Lain
Tangerang, MCN Nusantara — Seorang anak bernama Maisal kini bernapas lega. Setelah sebelumnya terancam putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi serta kendala administrasi data keluarga yang masih tercatat di luar daerah, ia akhirnya resmi diterima dan dapat melanjutkan pendidikan di SDN II Cikasungka, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.
Kondisi ini berkat sinergi dan kepedulian tinggi dari berbagai pihak. Mulai dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), jajaran Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Kepala Dusun, Ketua RW, Ketua RT, pihak sekolah, hingga aparatur yang bahu-membahu memberikan bantuan. Dukungan yang diberikan meliputi pemenuhan biaya pendidikan, seragam sekolah, buku pelajaran, serta perlengkapan sekolah lainnya.
Momen haru dan rasa syukur pun terpancar dari orang tua Maisal, Yuyun.
“Alhamdulillah, saya tak tahu lagi harus berkata apa. Terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang sudah membantu anak saya. Dulu saya sangat bingung, bagaimana caranya agar Maisal bisa sekolah layaknya anak-anak yang lain. Alhamdulillah sekarang anak saya bisa kembali menuntut ilmu. Saya mungkin tak bisa menyebutkan satu per satu nama mereka, namun rasa hormat dan terima kasih saya tak berkurang sedikitpun bagi semuanya,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN II Cikasungka, Titin Hartini, S.Pd., menyambut baik adanya kepedulian dari berbagai elemen masyarakat.
“Pendidikan adalah hak setiap anak. Kami bersyukur kepedulian masyarakat masih sangat tinggi. Semoga bantuan ini menjadi berkah sekaligus motivasi bagi Maisal untuk terus berprestasi dan kelak membanggakan kedua orang tuanya,” ujar Titin.
Dengan terselesaikannya kendala yang dialami Maisal, diharapkan tak ada lagi anak dari keluarga kurang mampu yang putus sekolah. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih hidup di tengah masyarakat.
“Mari terus menebar kebaikan. Karena satu anak yang bisa sekolah, artinya satu masa depan yang terselamatkan,” tutup Titin Hartini.
Sitinurjanah
