TPA Rawa Kucing Kota Tangerang Jadi Sorotan Masyarakat: Anggaran Belanja Jasa Pengolahan Sampah Sangat Besar ???
Tangerang, MCN Nusantara – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing di Tangerang, Banten, kembali menjadi sorotan karena kondisinya yang memprihatinkan. Sampah yang menumpuk sudah mencapai badan jalan, menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan yang melintas. Salah satu pengguna jalan, Abdul, mengungkapkan rasa risihnya saat melewati TPA Rawa Kucing.
“Apalagi udah menggunung dan sampahnya nyampe ke jalan,” keluhnya.
Kondisi ini diperparah dengan kemacetan yang kerap terjadi di sekitar TPA akibat antrian truk sampah. Abdul terpaksa melewati jalan tersebut untuk aktivitas sehari-harinya, meskipun merasa khawatir.
“Ya mau gimana lagi, ini jalan yang deket, kalau lewat jalan lain muter nya jauh,” ujarnya. Ia berharap agar pemerintah Kota Tangerang segera menangani persoalan sampah di TPA Rawa Kucing sebelum memakan badan jalan lebih banyak dan membahayakan pengguna jalan.”Harapannya pihak pemerintah Kota Tangerang serius nanganin sampah jangan sampai nanti longsor dan masyarakat jadi korban,” tukasnya.
Dalam hal ini Ketua DPW Provinsi Banten, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Keadilan dan Negara (PKN). Robet P SH angkat bicara.
“padahal Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang tahun 2023 melelang kegiatan belanja Jasa pengolahan sampah dengan anggaran sangat besar Rp. 11.661.796.863.00 yang di kerjakan oleh PT. Jessica Anugrah Rezrki. tetapi kita lihat tidak ada perubahan atas susutnya samapah di rawa kucing,” tutur robet pada wartawan (15/8/24).
Ia melanjutkan pada tahun sekarang (2024) Dinas Lingkungan Hidup kembali menganggarkan belanja jasa pengolahan sampah dengan cara Swakelola dengan anggaran Rp. 22.230.000.000.
“seharusnya dengan adanya anggaran yang sangat besar tentunya permasalahan sampah bisa teratasi, bukan semakin menunpuk ini ada apa dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, dalam waktu dekat ini dari LSM PKN akan layangkan surat kepada Kejaksaan Negeri Banten agar kepala Dinas sampai kabid di periksa, ” ujar robet.
( Red )
