Survei Lintas Serikat Buruh Ungkap Karut-Marut Kondisi Kerja Di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).
Morowali, MCNNUSANTARA.COM – Aliansi Buruh Sejahtera lakukan Konferensi Pers Terkait Buruknya wajah hilirisasi, Kegiatan ini dilaksanakan di Bahodopi 18 Agustus 2026 yang di hadiri oleh beberapa Serikat yang tergabung dalam Aliansi dan Sebaran Undangan untuk menyatukan Sikap.
Serikat yang tergabung dalam Aliansi buruh sejahtera yakni dari SPN, FPE,FSPMI, DAN FSPIM yang berdomisili di wilayah kerja Morowali.
Kegiatan tersebut menuntut beberapa hal terkait, Audit Total Implementasi K3, Keterwakilan Serikat Buruh Dalam P2k3 Di Tempat Kerja, Perbaikan Akses Layanan Kesehatan, Evaluasi Sistem Upah dan Jam Kerja, Serta Hentikan Kriminalisasi Buruh.
Dalam Rangkaian Konferensi Pers Yang dilakukan Aliansi Serikat kegiatan tersebut Menyatukan Sikap untuk perbaikan tata kelola Sistem di dalam kawasan tempat kerja.
Perjuangan Buruh sangatlah penting dalam mencapai kesejahteraan yang dituang dalam PKB (Perjanjian Berja Bersama).
Di Balik Narasi Hilirisasi Keberhasilan Industri hilirisasi nikel dan pertumbuhan ekonomi di kawasan industri morowali, Sulawesi tengah, terlihat kenyataan pahit justru dialami oleh ribuan pekerja yang menjadi roda penggerak utama industri tersebut.
Menurut ketua Umum DPP FSPIM_KPBI Komang Jordi Sigara bahwa Audit Total Implementasi K3 yakni Mendesak kementrian Ketenagakerjaan dan Dinas terkait untuk segera melakukan penegakan hukum dan audit independen secara menyeluruh atas penerapan K3 diseluruh smelter dan area tambang morowali.
Keterwakilan Serikat Buruh dalam P2K3 sangatlah penting maka mewajibkan perusahaan di Kawasan IMIP menyertakan Keterwakilan Serikat Pekerja dalam memastikan penerapan K3 berjalan dengan Baik, Ketua DPC SPN Iwan.
Berbicara masalah upah Buruh Di morowali sangatlah jauh dari kata layak maka Evaluasi Sistem Upah dan jam kerja juga sangatlah penting untuk di rundingkan kembali menurut ketua PC SPLP FSPMI Murtarto, Merumuskan kembali struktur pengupahan yang adil dan layak bagi pekerja dengan mempertimbangkan Cost Of Living Adjustment (Penyesuaian Biaya Hidup).
Selain itu menurut perwakilan Serikat Buruh FPE Hasri Sona mengatakan banyaknya kriminalisasi Buruh didalam kawasan ini menjadi sangat prihatin terhadap kepribadian Buruh dalam mencapai kesejahteraan, Buruh sangat tertekan di tempat kerja sebab tidak ada jaminan dalam kebebasan berserikat dan pemenuhan ruang dialog di tempat kerja.
Dalam kegiatan ini Aliansi Buruh Sejahtera menyatukan sikap untuk mencapai kesejahteraan semua Buruh ditempat kerja melalui Perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
