Diduga Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Melalui Kabid SD Bagi-Bagi Kegiatan dan Uang di APBD-P (ABT)
Kabupaten Tangerang, MCN Nusantara -Aliansi Tangerang Raya Bersatu (ATRB) yang dinakhodai oleh Drs. Bonar TSH, MM, pada tgl 11 Nopember 2024 telah berkirim surat memoertanyakan terkait surat yang dikirimkan beberapa bulan yang lalu, namun sampai saat ini Pihak Disdik Kabupaten Tangerang mengabaikannnya, dan ATRB berpendapat bahwa Disdik tidak mengerti tentang UU KIP.
Disamping itu juga, Penanggungjawab ATRB dengan tegas menyatakan adanya dugaan Gratifikasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.
“dugaan Gratifikasi tersebut diberikan dengan cara bagi-bagi Kegiatan di APBD-P (ABT) melalui Kabid, tujuan Gratifikasi tersebut agar boroknya di Lingkungan Dinas Pendidikan tidak di viralkan oleh oknum,”ucap Bonar.
Dari hasil konfirmasi via seluler ke Sekdis, bahwa membenarkan kegiatan yang diberikan ke oknum lembaga semuanya satu pintu melalui Kabid SD.
“ketika dikonfirmasi oleh Team ATRB ke bidang SD, menyatakan kegiatan berjumlah sekitar 250, Diduga kegiatan yang diberikan kepada oknum Lembaga diperjualbelikan dengan Nilai 10% dari Nilai Pagu, Jika demikian bagaimana suatu kegiatan bisa bermutu,” jelasnya.
Lebih lanjut Bonar menyatakan, bagi lembaga yang tidak dapat kegiatan, diberikan Konpensasi berupa uang “Emang Negara melalui Dinas pendidikan ada anggarannya unuk konpensasi tersebut, dan dari mana asal uang tersebut, ” ujar Bonar.
Disamping itu juga dikatakan oleh Drs. Bonar TSH, bahwa adanya dugaan Jual Beli LKS dibeberapa sekolahan dan Kegiatan Outing Class di SMPN degan pungutan per siswa sebesar Rp.550.000 tujuan Bogor / Bandung.
“Apakah menunggu ada korban kecelakaan baru Dinas Pendidikan mengeluarkan surat Edaran Larangan, kegiatan tersebut sebegitu pentingnya, sehingga membebani para orang tua siswa, bahwa permasalahan ini tidak bisa dibiarkan. Dengan Tegas dikatakan kalau memang tidsk mampu melaksanakan tugas lebih baik mengundurkan diri, jangan sekolahan dijadikan ajang bisnis,” tutupnya.
Sampai berita ini di terbitkan kepada dinas pendidikan dan kabid SD belum bisa di konfirmasi tentang isu yang sedang berkembang.
>red
