Awak Media Tidak di Perbolehkan Masuk Ke PONPES ASSALIM Untuk Konfirmasi Terkait Kasus Oknum Ustadz Yang Asusila
MCNNusantara.com | Kab.Tangerang,- Ramainya pemberitaan kasus asusila yang dilakukan oleh Oknum Ustadz ‘N’ yang mengajar dilingkungan Pondok Pesantren ASSALIM yang berlokasi di Kp. Ampel Desa Gembong Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang – Banten. Minggu, (01/10).
Kejadian dari hari-hari kemarin yang begitu ramai jadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan kontrol sosial kini jadi sorotan tajam.
Bagaimana tidak? Kejadian tersebut jelas-jelas tindak pidana kejahatan asusila yang tergolong biadab.
Yang dilakukan oleh seorang guru pengajar dilingkungan Pondok Pesantren tersebut, bahkan gelarnya pun seorang ‘Ustadz’ (panggilan dalam lingkungan pesantren sebagai tenaga pengajar) yang seharusnya memberikan contoh suri tauladan yang baik untuk memberikan ajarannya, karena Pondok Pesantren adalah tempat menimba ilmu agama, memperdalam keimanan dan ketakwaan. Serta menciptakan dan menumbuhkan anak-anak didiknya yang berakhlaqul karimah.
Namun yang terjadi didunia Ponrok Pesantren ASSALIM yang berlokasi di wilayah Desa Gembong tersebut sangat bikin miris dan sangat membuat semua orang tercengang. Yang mana pelaku dan aktor intelektualnya adalah seorang Oknum ‘Ustadz’ yang melakukan perbuatan asusila terhadap anak muridnya.
Saat team awak Media yang tergabung dalam POKJA Jayanti, LSM dan Ormas mendatangi lokasi tersebut untuk menanyakan apakah pelaku tersebut sudah di amankan apa belum?
Namun sangat di sayangkan, awak Media tidak diperbolehkan masuk oleh penjaga gerbang. Bahkan keluar kata-kata dari ucapan penjaga gerbang Pondok Pesantren ASSALIM yang terdengar jelas ” Ganggu anak sekolah saja” Lontar kata penjaga gerbang yang tak lain adalah guru juga di Pondok Pesantren ASSALIM .
Tentunya ini membuat seribu tanya bagi semuanya yang ada, karena kedatangan awak Media tersebut hanya ingin menanyakan apakah pelaku sudah di amankan apa belum?
Namun lagi-lagi awak Media tidak bisa mendapatkan informasi tersebut karena tidak bisa masuk dan konfirmasi kepada pemilik Pimpinan Pondok Pesantren ASSALIM.
Hingga berita ini tayang, pihak Pimpinan Pondok Pesantren ASSALIM masih sulit di temui guna di konfirmasi.
(MH-MCNN/Pokja Jayanti-red)
