Kunjungi Rumah Roboh yang ditempati Dua Piatu, Forwatu Banten: Bismillah Bakda Idul Fitri Kita Bangun
Lebak, – Sehari sebelum kunjungan Forwatu Banten, Yusuf Herlambang salah satu Anggota Khusus Bidang Media dan Investigasi melaporkan kejadian Robohnya Rumah Rafiudin yang berada di dekat kantor kecamatan Warunggunung. Video dan laporan disampaikan melalui Grup Forwatu Banten dan WhatsApp pribadi Humas Forwatu Banten.
Laporan tersebut direspon dengan baik oleh unsur Pimpinan Forwatu Banten. Riswanto sekretaris Forwatu Banten menyampaikan keprihatinannya terhadap sejumlah Rumah Tak Layak Huki yang masih tersebar di Wilayah Lebak.
“Masya Allah masih banyak Rumah semacam ini yang perlu dibangun oleh pemerintah dan Civil Society seperti Kita. Saya yakin presidium Forwatu Banten akan turun dan menyiapkan Strategi Pembangunan berikutnya.” Ungkap Pria yang biasa disapa Aris ini.
Berbagai komentar berhamburan di WAG Forwatu Banten dan semua mendukung agar Forwatu Banten segera turun ke Lokasi.
Presidium Forwatu Banten dalam Instruksi nya meminta Wakil Ketua Bidang Humas dan Investigasi untuk buat Giat Insidental di Lokasi.
“Saya rasa ini bagian dari cara Allah SWT untuk mengikat Kita dalam kebaikan, Allah SWT masih rindu akan giat yang dilakukan oleh Kita. Meskipun Kita sendiri belum tahu Anggaran darimana yang akan Kita sumbangkan untuk Bangun Rumah tersebut. Mohon Humas buatkan Flyer Khusus Giat Insidental untuk Buka Bersama dan Identifikasi Kebutuhan di Lokasi tersebut!” pinta Arwan yang juga sebagai Anggota Majelis BPSK ini.
Pada kunjungan tersebut tampak sambutan Warga dan Kedua Piatu yang antusias dengan sejuta harapan Rumah yang kini rata dengan tanah tersebut dibangun dari tangan FORWATU BANTEN.
“Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan dan rencana mulya pak ARWAN dan Tim Forwatu Banten mau bangun rumah Saya. Saya ga nyangka akan didatangi oleh Forwatu Banten semoga rencana Forwatu Banten dimudahkan Allah SWT.” Ucap Rusdi dengan tangis haru.
Diketahui sebelumnya rumah yang ditempati oleh Rusdi dan Rafiudin sudah tak layak pakai hingga Angin menghantam rumahnya kedua piatu tersebut saat ini tinggal mengungsi di tetangga dan saudaranya serta terkadang bermukim di pesantren.
Sitinurjanah
