Seragam Sekolah Jadi Ladang Bisnis, SMAN 6 Kota Tangerang Disorot LSM: Dinas Pendidikan Jangan Tutup Mata
Karung, MCN Nusantara – Praktik jual beli seragam sekolah di SMA Negeri 6 Kota Tangerang menuai sorotan tajam. Alih-alih sekedar kebutuhan siswa, seragam justru dijadikan ajang bisnis yang membebani orang tua.
Sejumlah wali murid mengeluhkan harga seragam yang dipatok sekolah melalui koperasi maupun pihak tertentu jauh lebih mahal dibandingkan di pasaran. Mereka bahkan merasa “dipaksa” membeli di tempat yang sudah ditentukan dengan dalih keseragaman.
Kepala SMAN 6 Tangerang, Musoleh, belum memberikan memberikan keterangan resmi dan merespon saat di konfirmasi awak media MCN Nusantara.

Menanggapi hal tersebut, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli pada isu pendidikan angkat bicara. Mereka menilai praktik ini berpotensi menyalahi aturan, karena sekolah negeri seharusnya tidak menjadikan seragam sebagai ladang bisnis.
“Ini jelas bentuk pungutan terselubung. Jangan sampai sekolah negeri justru menambah beban orang tua dengan alasan seragam. Kami mendesak Dinas Pendidikan segera turun tangan melakukan investigasi dan memberikan sanksi jika terbukti ada penyalahgunaan wewenang,” tegas Ketua Ketua Umum LSM KCBI, Irwan, Kamis (25/9/2025).
Ia juga mengingatkan bahwa seragam hanyalah atribut, bukan sumber keuntungan. Jika praktik ini dibiarkan, maka citra dunia pendidikan tercoreng dan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri semakin menurun.
Kini, publik menunggu langkah tegas dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Apakah kasus ini hanya akan berhenti di meja keluhan, atau benar-benar ditindak agar tidak menjadi tradisi bisnis tahunan di sekolah-sekolah negeri?
(Red)
