Diduga Campur Tangan Oknum Calo, Pelayanan Pembuatan Kartu Keluarga di Kecamatan Tigaraksa Terhambat
Tangerang, MCNNUSANTARA – Pengajuan administrasi data kependudukan dan catatan sipil pembuatan kartu keluarga (KK) di Kecamatan Tigaraksa diduga adanya dugaan keterlibatan campur tangan oknum calo yang bermain, Selasa (08/07/2025).
Seorang warga Kp. Kadongdong 003/003 desa Pasirnangka Sari (26) ibu rumah tangga dengan kondisi hamil tua mengeluhkan pembuatan kartu keluarga nya yang tak kunjung diterbitkan barqcode tanda tangan kadis kependudukan dan catatan sipil “Awalnya saya sudah mengajukan pembuatan KK dengan menggunakan jasa seseorang yang biasa membantu pembuatan administrasi kependudukan seperti Kartu Keluarga, orang tersebut dikenalkan oleh paman saya, karena paman saya tau kalau Asmin sering nongkrong di kecamatan Tigaraksa dan diyakinkan bisa mengurus administrasi pembuatan kartu keluarga”.
Setelah menerima draft kartu keluarga selama hampir 2± bulan dalam pengajuannya Sari langsung kecamatan Tigaraksa dengan maksud ingin mengambil Kartu keluarga yang sudah terbit draft nya tersebut dengan menanyakan KK yang sudah di tanda tangan kepala dinas kependudukan dan catatan sipil yang sudah berbarqcode.
Pada hari Senin, 07 Juli 2025 setelah menanyakan ke petugas pelayanan kecamatan Tigaraksa yang di layani oleh Soleh Iskandar dan petugas input lainya yang bertugas di loket pendaftaran menjelaskan bahwa “Kadang kan ada kesini, pemohon cuman untuk meminta draft untuk keperluan BPJS draft aja dulu, tanpa di ajukan tuh berkasnya mangkanya saya pengen tau nih”. Dalam pertanyaan awak media mengatakan apakah tidak ada input data tersebut? Soleh pun “meng Iya kan”.
Keesokan harinya Sari pun datang kembali pada hari Selasa 08 juli 2025 ke kantor kecamatan untuk mengantarkan berkas persyaratan yang di minta oleh pak Soleh Iskandar dengan maksud akan di bantu penyelesaian namun pak Soleh tidak lagi ada di tempat, dikarenakan orang tuanya sedang sakit (Petugas lain menerangkan-red).
Dengan sangat kebetulan orang bernama Asmin tersebut keluar dari dalam ruangan menuju keluar halaman kantor kecamatan, awak media coba meminta keterangan untuk mengkonfirmasi sejauh mana tahapan pengajuan data kartu keluarga yang di ajukan Asmin selaku orang yang menawarkan bantuan jasa yang diduga oknum calo dan memberikan keterangan “Kita kan hanya sebagai jembatan menyerahkan berkas ke Bu Eli, kita kan tinggal menunggu KK barqcode semua berkas sudah diajukan tinggal terbit, logika saja kalau draft muncul berarti data tersebut sudah di ajukan”.
Bahkan 2 bulan sebelumnya pada tanggal 28 Mei 2025 Asmin mengatakan dalam pesan voice note nya “Baru pengajuan KK itu enggak langsung keluar KK barqcode teh,.terima dulu draft KK nya, nanti 4 hari kedepan atau seminggu itu baru turun barqcode nya”..,” kata siapa teh, kata orang kecamatan apa kata siapa, yang namanya pengajuan itu kita terima draft KK dulu, enggak langsung keluar barqcode, hari itu pengajuan ga bisa keluar KK barqcode ya teh,”. “Setelah draf KK itu keluar nunggu 1 minggu baru akan turun KK barqcode kalau kurang percaya boleh tanya sama yang lain”.
Dari pesan aplikasi WhatsApp voice note tersebut nyatanya setelah 2± bulan KK yang berbentuk draf itu sudah di cetak ternyata tidak terverifikasi dengan tanda tangan barqcode kepala dinas kependudukan dan catatan sipil bahkan tidak ada data pemohon untuk berkas yang diajukan didalam aplikasi.
Ibu Sari sangat kesal,. walaupun petugas loket pelayanan pembuatan KK pada hari Selasa 08 Juli 2025 akhirnya mengupayakan untuk di upload ulang data permohonan nya dan menginfokan 5 hari kedepan melalui pesan WhatsApp untuk data pemohon bisa diterbitkan atau ada kekurangannya nanti akan diinfokan kembali. ucap anggi petugas loket pelayanan.
Sementara camat Tigaraksa H. Cucu Abdurrosyied, S.H,.S.IP.,M.Si menghampiri ibu sari dan menyapa masyarakat pemohon pembuatan administrasi kependudukan, di ruang pelayanan beliau mempertanyakan kendala apa yang dirasakan oleh masyarakat nya di wilayah Tigaraksa, beliau menegaskan “Tidak ada calo-caloan, semua pelayanan di kantor kecamatan semua gratis, dan kami tidak membenarkan kepada masyarakat untuk menggunakan jasa calo atau apapun itu, silahkan datang langsung ke kecamatan Tigaraksa” ucapnya sambil memberikan penjelasan kepada masyarakat pengunjung terutama ibu sari atas keluhannya. (MH)
