Pihak Yayasan Hidayatul Ummah: Saat Di Konfirmasi Terkait Acara Study Tour Terkesan Menutupi Kegiatan Study Tour
Kab.Tangerang, MCNNUSANTARA – Kegiatan pelepasan atau perpisahan di Sekolahan sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun, tapi untuk Tahun ini Pemerintah ada yang berbeda dari biasanya, yaitu memberikan himbauan agar acara perpisahan siswa cukup di Lingkungan Sekolaha saja. Bahkan di beberapa Daerah pun sudah banyak yang mengikuti anjuran dari Pemerintah Daerah masing – masing, begitu pula dengan Pemerintah Provinsi Banten .
Tapi ada saja di sebagian Sekolah atau Yayasan yang mengelola kegiatan Pendidikan salah satunya Tim Media menemukan kegiatan Acara pelepasan siswa kelas 9 MTs. Dan Kelas 12 SMA/ Aliyah bernaung di Sebuah Yayasan Hidayatul Ummah, berlokasi di Jalan Pabuaran -Kubang ,Kp. Pabuaran, Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti,Kabupaten Tangerang.
Diduga akan tetap nekad melaksanan kegiatan Study Tour keluar wilayah menjadi sorotan di kalangan sosial kontrol dan wali murid dari hasil konfirmasi melalui pesan Whatsapp dengan pihak Yayasan minggu ( 1/06/25 ).
Kegiatan tersebut diduga terkesan memaksakan kepentingan sepihak (Yayasan-red) tanpa memikirkan taraf ekonomi para wali murid yang ada.
Penelusuran beberapa narasumber wali murid yang identitasnya dirahasiakan demi keamanan menyebutkan di depan awak Media.
“Jujur saya merasa keberatan dengan adanya kegiatan study tour ini, walaupun sebelumnya diajak rapat. Saya bingung dan tidak bisa menolak apa-apa , karena bagi siswa -siswi yang tidak ikut tetap harus bayar walaupun dicicil, seolah memaksakan keinginan pihak sekolah ” tuturnya.
Tak sampai disitu, awak Media menelusuri lagi wali murid yang anak nya akan berangkat ke Jogja namun belum bayar lunas.
Sebut saja Devi nama samaran wali murid seorang siswi yang ekonominya kurang mampu.
“Semua siswa dan siswi wajib bayar Rp 2,5 juta yang ikut kesana , tapi yang gak ikut wajib bayar 2 juta dan bisa dicicil sampai lunas. Semula rencana ke Bandung, namun entah kenapa tiba-tiba berubah lagi katanya ziarah ke Jogja ,jujur saya keberatan dalam ekonomi yang sedang sulit seperti ini bahkan saya sampai pinjem bank keliling padahal sebelumnya saya belum pernah pinjam kaya gituan (Bank harian-red) ” Jelasnya.
Informasi tambahan yang di dapat dari narasumber lain yang notabene nya masih warga sekitar Desa Kubang Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang menyebutkan bahwa kegiatan MTs (Madrasah Tsanawiyah)akan berangkat tanggal 15 Juni ke Bandung dan SMA (Aliyah) tanggal 21 Juni 2025 yaitu ke Jogja
Awak Media waktu tanggal 8 Mei 2025 sudah mendatangi pihak Yayasan untuk konfirmasi, namun kata salah satu Guru menyebutkan bahwa Kepala Sekolah dan Komite juga Ketua Yayasan sedang tidak ada, kalau bisa besok pagi-pagi kesini lagi.
Namun sayangnya ketika pagi-pagi tanggal 9 Mei 2025 awak Media mendatangi lagi Sekolahan Yayasan Hidayatul Ummah untuk menggali keterangan demi keseimbangan informasi, sayangnya jawaban tersebut sama seperti tanggal 8 Mei 2025.
Awak Media selalu berupaya mencari nomor Ponsel Pihak Yayasan Hidayatul Ummah.
Akhirnya setelah didapatkan nomor tersebut awak Media melakukan percakapan via pesan WhatsApp Sabtu 31 Mei 2025 dan Minggu 1 Juni 2025.
Saat di konfirmasi ihwal study tour, ketua Yayasan angkat bicara.
“Waalaikumssalam ww
Acara pesantren kami
Tasyakur mufarokoh menjadi agenda rutin dengan khotmil Qur’an zikir dan sholawat
Dan agenda ziarah ke Makom orang Soleh di Cirebon.Dan besok ada musyawaroh lanjutan dengan wali santri untuk meluruskan” terangnya.
Ketika di konfirmasi awak Media kenapa bisa berubah, semula ke Bandung lalu Ke Jogja kini malah beralih ke Cirebon.
Jawabnya (Ketua Yayasan) ” Tidak berubah” Ziarah santri setiap tahun sudah rutin tidak berubah, Kami dengan santri jiarah.
Semua itu santri dibawah naungan pondok pesantren, Kita bantu Bapak.Tidak harus bayar . Besok ada silaturahmi orang tua wali santri, Saya bersama wali santri dan santri saya.Waaslaikumusslam Wr.Wb ” Ujar pihak Yayasan secara singkat melalui pesan whatsapp
Beberapa kutipan kalimat percakapan via pesan WhatsApp yang dihimpun dalam satu alinea di atas sungguh bertolak belakang dengan pengakuan pihak wali murid dan siswa/i.
Apa sebenarnya yang terjadi dibalik semua pengakuan pihak ketua Yayasan Hidayatul Ummah dan keterangan wali murid ?
Hingga terbitnya berita ini, awak Media akan mencoba konfirmasi pada Kemenag bagian Pontren (Pondok Pesantren) Kabupaten Tangerang untuk menyeimbangkan persoalan yang ada.
Apakah study tour keluar wilayah Provinsi tersebut dibenarkan atau tidak.
Awak Media dalam menayangkan berita ini sudah melakukan upaya konfirmasi, baik pada pihak wali murid maupun pihak ketua Yayasan. (Red)
