Dukung Daya Saing UMKM Lokal, Mahasiswa KKM Kelompok 2 Dalung Kawal Produksi Es Kristal Pancuran Mas
SERANG, MCN Nusantara — Dalam upaya mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat serta memperkuat daya saing usaha lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 2 Kelurahan Dalung Bidang 2 terjun langsung melakukan observasi dan pendampingan di UMKM Ice Kristal Pancuran Mas, Kelurahan Dalung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Sabtu (25/07/2026).
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa mempelajari secara mendalam seluruh tahapan rantai produksi hingga strategi distribusi bisnis es kristal yang menjadi salah satu penopang kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha harian di berbagai wilayah Provinsi Banten.
Dalam peninjauan lapangan tersebut, mahasiswa mengamati langsung siklus manufaktur yang higienis dan terstandardisasi. Dalam satu kali siklus produksi berdurasi sekitar 20 menit, mesin produksi mampu menghasilkan delapan kantong es kristal siap edar. Secara keseluruhan, kapasitas produksi UMKM ini mencapai hingga 200 kantong es per hari.
Adapun tahapan operasional yang dipelajari meliputi:
Penyaringan Air Murni (Pure Water): Memastikan bahan baku air memenuhi standar higienitas.
Pembekuan Mesin: Menggunakan teknologi pembekuan cepat secara konsisten.
Jangkauan Pasar dan Kemitraan Strategis
Pengelola Ice Kristal Pancuran Mas mengungkapkan bahwa permintaan pasar atas produk es kristal sangat tinggi.
Jangkauan distribusi usaha ini mencakup berbagai titik strategis di Provinsi Banten, seperti Kota Serang, Trondol, Ciruas, Cilegon, Merak, Anyer, Bojonegara, hingga Cikoromoy.
”Seluruh hasil produksi umumnya habis terjual setiap hari. Apabila terjadi lonjakan permintaan yang melebihi kapasitas harian, kami membangun kerja sama sinergis dengan mitra usaha lain agar pasokan kepada pelanggan tetap terjaga,” ujar pengelola UMKM di sela-sela kunjungan.
Legalitas, Dampak Sosial, dan Tantangan Usaha
Tak hanya berfokus pada aspek teknis produksi, mahasiswa juga mendapat pemahaman terkait tata kelola dan legalitas usaha. Ice Kristal Pancuran Mas telah mengantongi izin resmi dan secara berkala menjalani pengawasan kualitas tiap 2–3 bulan sekali untuk menjamin kebersihan produk.
Selain itu, keberadaan UMKM ini turut memberikan dampak sosial-ekonomi positif bagi lingkungan sekitar dengan menyerap tenaga kerja lokal dari Kelurahan Dalung.
Terkait dinamika bisnis, pengelola menjelaskan bahwa faktor cuaca menjadi tantangan utama yang memengaruhi fluktuasi permintaan pasar. Kendati demikian, komitmen terhadap mutu produk, higienitas proses, dan ketepatan waktu pengiriman tetap menjadi prioritas utama untuk mempertahankan loyalitas konsumen.
Melalui kegiatan observasi dan pendampingan ini, mahasiswa KKM Kelompok 2 Kelurahan Dalung tidak hanya memperoleh wawasan praktis mengenai manajemen operasional, analisis pasar, dan mitigasi risiko UMKM, tetapi juga mempertegas peran aktif mahasiswa dalam menjembatani dunia akademik dengan penguatan ekonomi kerakyatan secara nyata.
